judul penelitian
Teori
1. Bruner
(1966:10-11)
Pemerolehan
pengetahuan dan keterampilan, perubahan-perubahan sikap dan perilaku dapat
terjadi karena interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah
di alami sebelumnya.
2. Levie & levie (1975)
Yang membaca kembali
hasil–hasil penelitian tentang belajar melalui stimulus gambar dan stimulus
kata atau visual gambar dan verbal menyimpulkan bahwa stumulus visual membuahkan hasil belajar yang lebih
baik untuk tugas-tugas seperti mengingat, mengenali, mengingat kembali, dan
menghubung-hubungkan fakta dan konsep. Di lain pihak, stimulus verbal memberi
hasil belajar yang lebih apabila pembelajaran itu melibatkan ingatan yang
berurut-urutan (sekuensial).
3. Hamalik (1986)
Mengemukakan
bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat
membangkitkan keinginan-keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi
dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh
psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi
pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian
pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Selain membangkitakan motivasi dan minat
siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman,
menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan
memadatkan informasi.
4. Levie & Lentz (1982)
Mengemukakan
empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu:
a) Fungsi
atensi, media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian
siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna
visual yang ditampilakan atau menyertai teks materi pelajaran. Seringkali pada
awal pada awal pelajaran siswa tidak tertarik dengan materi pelajaran atau mata pelajaran itu merupakan
salah satu pelajaran yang tidak di senangi
oleh mereka oleh mereka sehingga mereka tidak memperhatikan . khsusnya
gambar yang di proyeksikan melalui overhead
projector dapat menenangkan dan
mengarahkan perhatian mereka kepada pelajaran yang aka n mereka terima. Dengan
demikian, kemungkinan untuk memperoleh dan mengingat isi pelajaran semakin
besar.
b) Fungsi afektif, media visual dapat terlihat dari tingkat
kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau
lambang visal dapat menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang
menyangkut masalah sosial atau ras.
c) Fungsi kognitif, media visual terlihat
dari temuan-temuan peneliti yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gamabar memperlancar pencapaian
tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam
gamabar.
d) Fungsi kompensatoris media pembelajaran
terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk
memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan
informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Dengan kata lain, media
pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat
menerima dan memahani isi pelajaran yang di sajikan dengan teks atau di sajikan
secara verbal.
5. Kemp & Dayton (1985:28)
Dapat memenuhi
tiga fungsi utama apabila media itu di gunakan untuk perorangan, kelompok, atau
kelompok pendengar yang besar jumlahnya, yaitu:
1) Memotivasi minat atau tindakan
2) Menyajikan informasi
3) Memberi instruksi
6. Kemp & Dayton (1985;3-4)
Meskipun telah
lama di sadari bahwa banyak keuntungan penggunaan media pembelajaran,
penerimaannya serta pengintegrasiannya ke dalam program-program pengajaran
berjalan amat lambat. Mereka mengemukakan beberapa beberapa hasil penelitian
yang menunjukkan dampak positif dari penggunaan media sebagai bagian integral
pengajaran di kelas atau sebagai cara utama pengajaran langsung sebagai berikut:
1) penyampain pelajaran menjadi lebih baku.
Setiap pelajar yang melihat atau mendengar penyajian melalui media menerima
pesan yang sama. Meski pun para guru menafsirkan isi pelajaran dengan cara yang
berbeda-beda, dengan penggunaan media ragam hasil tafsiran itu dapat di
sampaikan kepada siswa sebagai landasan untuk pengkajian, latihan, dan aplikasi
lebih lanjut.
2) Pengajaran bisa lebih menarik.media
dapat diasosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuatsiswa tetap terjaga
dan memperhatikan. Kejelasan dan keruntunan pesan, daya tarik image yang
berubah-ubah, penggunaan efek khusus yang dapat menimbulkan keingintahuan
menyebabkan siswa tertawa dan berpikir, yang kesemuanya menunjukkan bahwa media
memiliki aspek motivasi dan meningkatkan minat.
3) Pembelajaran menjadi lebih ineraktif
dengan di terapkannya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologis yang
diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik, dan pengetahuan.
4) Lama waktu pengajaran yang di perlukan
dapat di persingkat karena kebanyakan media hanya memerlukan waktu singkat
untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak
dan kemungkinannya dpat di serap oleh siswa.
5) Kualitas hasil belajar dapat
ditingkatkan bilamana integrasi kata dan gambar sebagai media pembelajaran dapat
mengkomunikasikan elemen-elemen pengetahuan dengan cara terorganisasikan dengan
baik, spesifik, dan jelas.
6) Pengajaran dapat diberikan kapan dan di
mana di inginkan atau diperlukan terutama jika media pembelajaran dirancang
untuk penggunaan secara individu.
7) Sikap positif siswa terhadap apa mereka
pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan
8) Peran guru dapat berubah kearah yang
lebih positif; beban guru untuk penjelasan yang berulang-ulang mengenai isi
pelajaran dapat dikurangi bahkan dihilangkan sehingga ia dapat memusatkan
perhatian kepada aspek penting lain dalam proses belajar mengajar, misalnya
sebagai konsultan atau penasihat siswa.
|
fakta
|
Teori
|
variabel
|
Judul
|
|
Kurang nya media pembelajaran
seperti:Mushola,buku,pendidik,infocus
|
Pengadaan sarana dan prasarana
|
media
|
Pengaruh Media Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Siswa pada kelas X
IPS
|
1.
sarana dan prasarana
a.
Hamalik (1980:23)
Sarana dan prasarana adalah semua bentuk perantara
yang di pakai orang untuk menyebar ide, sehingga ide tersebut bisa sampe pada
penerima.
b.
Moenir (1992:119)
Sarana dan
prasarana adalah segalah jenis peralatan segala jenis peralatan, perlengkapan
kerja dan fasilitas yang berfungsi sebagai alat utama/pembantu dalam
pelaksanaan pekerjaan, dan juga dalam rangka kepentingan yang sedang
berhubungan dengan organisasi kerja.
c.
Kasan (2000:91)
Sarana
pendidikan adalah alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan, misalnya:
ruang, buku, perpustakaan, laboratorium, dan sebagainya.
Komentar
Posting Komentar